Oleh: Rohmatin
Disetiap sukmaku remuk,
merintih
jeritku tak mengaung suara
selama pandangan maya merentas mimpi
Disetiap bibirku bergetar
menarik senyum hanya pelarian
berdetik, kiranya,
bila salammu terakhir itu
pertanda pisah mulai menjelma
Maka, izinkanku
masuki pelabuhan sementaramu
agar kirim bingkisan yang
mengalir pada doa,
untukku panjatkan khusus namamu
Biarpun kutahu impiku
telah jauh pupus
merajut kisah bersamamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar